Kronologi Terjadinya Perseteruan Sampit Kalimantan

February 26, 2018

Tragedi Sampit adalah tragedi yang benar-benar tragis adalah berupa pembantaian manusia yang terjadi di Pulau Borneo, Kalimantan Tengah. Momen kelam ini sudah menghilangkan sekitar 600 nyawa bagus dari suku Dayak Kalimantan maupun bangsa Madura yang juga sudah terhitung beserta si kecil-anak. Pada momen ini sudah melibatkan 100 ribu lebih bangsa Madura yang kehilangan daerah tinggal serta mata pencaharian mereka. https://jagoanilmu.net/ paparan Borneo merupakan apa yang disebut sebagai Perang Sampit. Perang Sampit sendiri yaitu perang antar dua etnis yang berada di Kalimantan Tengan, yaitu perang antara masyarakat Dayak pribumi dengan salah satu bangsa dari Pulau Madura atau kerap kali diketahui dengan bangsa Madura. Tragedi ini menjadi salah satu tragedi terbesar yang ada di Indonesia dan sempat menjadi pusat perhatian segala masyarakat Indonesia.

Dari kedua belah pihak hal yang demikian memilihi banyak sekali alasan mengapa tragedi Sampit ini semestinya meletus. Menurut sumber, asal muasal dari perselisihan Sampit ini merupakan karena suatu momen yang berupa pembakaran salah satu rumah dari etnis Dayak yang dijalankan oleh bangsa Madura sebab kesalahpahaman. Dan selanjutnya, etnis Dayak melakukan balas dendam kepada Bangsa Madura dengan metode yang sama, merupakan membakar rumah-rumah yang berada pada wilayah penempatan Madura di Kalimantan Tengah. Menurut salah satu laporan, mengungkapkan bahwasanya yang dikerjakan oleh suku Dayak itu merupakan sebab berkeinginan mempertahankan diri, sebab ada sumber yang menyuarakan bahwasanya bangsa Madura yang memulakan sebab keok dalam perjudian. Pada permainan perjudian hal yang demikian salah satu etnis Dayak sudah disiksa sebelum kemudian dibunuh oleh bangsa Madura.


Perang ini tak cuma meledak di Sampit, melainkan juga merambah ke Bandar-bandar Kalimantan seperti di Sambas. Ada sekitar 100 kepala orang Madura yang terpisah dengan badan seandainya etnis Dayak mengerjakan perang pemenggalan kepala yang yaitu warisan Dayak sejak dulu. Karena meletusnya tragedi Sampit ini membuat pemerintah Indonesia turun tangan dan mengerahkan sejumlah ABRI dan juga polisi untuk memecahkan perang yang terjadi. Setelah sebagian waktu kemudian, akibatnya perang tersebut reda dan kembali netral. Tetapi bangsa Madura tidak lagi tinggal di tempat Kalimantan, tetapi berpindah ke kawasan lain di Indonesia.